Di tengah tantangan ketimpangan sosial dan keterbatasan akses pendidikan, filantropi Islam hadir bukan sekadar sebagai praktik kedermawanan, tetapi sebagai ikhtiar strategis dalam membangun kemandirian umat. Zakat, infak, sedekah, dan wakaf memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan transformatif ketika dikelola secara profesional, berorientasi pada dampak jangka panjang, serta berpijak pada nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan.
Dari kesadaran inilah lahir gagasan tentang filantropi yang cerdas—filantropi yang tidak berhenti pada memberi, tetapi mampu menata sistem, memperkuat pendidikan, dan menyiapkan fondasi peradaban yang berkelanjutan.
Buku Smart Philanthropy: Filantropi Islam untuk Kemandirian Pendidikan Umat karya Dr. Muhammad Nasri Dini, M.Pd. yang diterbitkan oleh Alma Pustaka pada November 2025 menghadirkan bacaan yang komprehensif tentang filantropi Islam dalam konteks kekinian. Buku ini tidak hanya memotret filantropi sebagai praktik kedermawanan, tetapi menempatkannya sebagai instrumen strategis dalam membangun kemandirian pendidikan umat secara berkelanjutan.
Penulis memulai pembahasan buku setebal 116 halaman ini dengan landasan konseptual filantropi, baik secara umum maupun dalam perspektif Islam. Zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) dipaparkan bukan semata sebagai ibadah individual, melainkan sebagai kekuatan sosial yang memiliki dimensi spiritual sekaligus struktural. Di sinilah letak keunggulan buku ini: filantropi tidak diposisikan sebagai aktivitas karitatif semata, tetapi sebagai sistem yang dapat dikelola secara profesional, akuntabel, dan berdampak jangka panjang.
Pada bagian manajemen filantropi Islam, pembaca diajak memahami bagaimana perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, hingga pengawasan dana filantropi dapat dijalankan secara modern. Penulis menunjukkan bahwa keberhasilan filantropi sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia, tata kelola lembaga, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital. Pendekatan ini membuat buku terasa relevan dengan tantangan zaman, terutama di tengah tuntutan transparansi dan kepercayaan publik.
Fokus utama buku ini terletak pada kontribusi filantropi Islam bagi pengembangan pendidikan. Dana filantropi diproyeksikan sebagai solusi alternatif atas keterbatasan pembiayaan pendidikan, khususnya pendidikan Islam. Melalui pengelolaan yang tepat, filantropi dapat menjadi motor penggerak penyediaan beasiswa, pembangunan sarana pendidikan, peningkatan kualitas pendidik, hingga pemberdayaan lembaga pendidikan agar lebih mandiri dan berdaya saing.
Dari sisi gaya penulisan, buku ini memadukan nuansa akademik dengan bahasa yang relatif komunikatif. Meski berangkat dari kajian ilmiah, penulis yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Tabligh PDM Sukoharjo Jawa Tengah ini berhasil menyajikannya secara sistematis dan mudah diikuti. Karena itu, buku ini dapat dinikmati oleh kalangan akademisi, praktisi filantropi, pengelola pendidikan, maupun pembaca umum yang tertarik pada isu sosial-keagamaan.
Secara keseluruhan, Smart Philanthropy merupakan bacaan penting bagi siapa pun yang ingin memahami bagaimana filantropi Islam dapat dikelola secara cerdas dan berdampak nyata. Buku ini tidak hanya menawarkan pemahaman teoretis, tetapi juga memberikan inspirasi bahwa filantropi—jika dikelola dengan visi peradaban—mampu menjadi pilar penting dalam membangun kemandirian pendidikan umat dan masa depan masyarakat yang lebih berkeadilan. (andika rahmawan)

0 komentar:
Posting Komentar