BLIMBING – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Blimbing resmi merilis daftar 47 lokasi shalat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H yang tersebar di 32 ranting atau 17 desa di wilayah Kecamatan Polokarto, Sukoharjo, pada Jumat (20/3/2026). Langkah massif ini diambil untuk memfasilitasi ribuan jamaah agar dapat melaksanakan ibadah dengan nyaman dan tertib di lingkungan terdekat mereka.
Daftar Lokasi Shalat Idul Fitri 2026 Blimbing ini mencakup puluhan titik yang tersebar merata mulai dari Desa Wonorejo hingga Bakalan. Majelis Tabligh dan PCM Blimbing telah memastikan seluruh persiapan teknis di lapangan, termasuk koordinasi imam dan khatib, berjalan lancar.
Sekretaris PCM Blimbing, Andika Rahmawan, menyampaikan rasa syukurnya atas rampungnya pendataan seluruh lokasi ibadah tahun ini. Beliau menegaskan bahwa penyebaran titik shalat yang mencapai 47 lokasi ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi jamaah.
"Alhamdulillah yang ini sudah lengkap 32 ranting," ujar Andika Rahmawan saat memberikan keterangan terkait kesiapan pelaksanaan Jadwal Shalat Id 1447 H.
Daftar Imam dan Khatib Terpilih
Penyusunan daftar Imam Khatib Idul Fitri Blimbing melibatkan tokoh-tokoh agama mumpuni dari berbagai wilayah. Selain di lapangan dan masjid-masjid, pelaksanaan shalat juga memanfaatkan fasilitas publik seperti halaman sekolah dan lapangan desa untuk menampung lonjakan jamaah.
Beberapa lokasi strategis di Desa Mranggen, Polokarto, hingga Wonorejo telah menyiapkan infrastruktur pendukung bagi masyarakat, termasuk para pemudik. Oleh karena itu, warga diharapkan datang lebih awal guna menjaga ketertiban selama prosesi ibadah berlangsung.
Sinergi Publikasi Digital
Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PCM Blimbing, Imadudin, S.T., M.B.I., berperan aktif dalam mendiseminasikan data ini ke platform digital. Langkah tersebut diambil agar masyarakat dapat dengan mudah mengakses panduan Lokasi Shalat Id Muhammadiyah Blimbing Sukoharjo melalui perangkat ponsel mereka.
Selanjutnya, panitia di tingkat ranting akan terus berkoordinasi dengan pemerintah setempat. Hal ini dilakukan demi menjamin kekhusyukan umat Islam yang merayakan kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa di bulan Ramadhan.









0 komentar:
Posting Komentar